Thursday, 21 February 2013

BIOGEOGRAFI



Biogeography adalah cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Cabang keilmuan ini bertujuan untuk mengungkapkan mengenai kehidupan suatu organisme dan apa yang mempengaruhinya.


Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran organisme di muka bumi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan organisme yang sudah punah.

Dalam biogeografi dipelajari bahwa penyebaran organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya melintasi berbagai faktor penghalang. Faktor-faktor penghalang ini menjadi pengendali penyebaran organisme. Faktor penghalang yang utama adalah iklim dan topografi. Selain itu, faktor penghalang reproduksi dan endemisme menjadi pengendali penyebaran organisme.

Akibat dari hal tersebut di atas maka di permukaan bumi ini terbentuk kelompok-kelompok hewan dan tumbuhan yang menempati daerah yang berbeda-beda. Sebagai contoh bunga sakura tumbuh di Jepang, bunga tulip di Belanda, kera bekantan hidup di Kalimantan, burung maleo di Sulawesi dan Maluku. Sehingga tanaman dan hewan menjadi ciri khas pada suatu daerah di belahan bumi. Tanaman nanas yang berasal dari Amerika Utara tumbuh subur di Hawaii dan di Asia. Pohon bambu banyak yang hidup di sekitar Asia Barat. Luas daerah yang dapat ditempati tumbuhan maupun hewan, berkaitan dengan kesempatan dan kemampuan mengadakan penyebaran. Biogeografi mempelajari penyebaran hewan maupun tumbuhan di permukaan bumi. Ilmu yang mempelajari peyebaran hewan di permukaan bumi disebut zoogeografi.

Penyebaran hewan berdasarkan luas cakupannya dapat dibedakan menjadi cakupan geografis, cakupan geologis, dan cakupan ekologis. Cakupan geografis yaitu daerah penyebarannya meliputi daratan dan sistem perairan. Cakupan geologis, yaitu keadaan daratan dan lautan di masa lampau. Cakupan ekologis adalah daerah penyebarannya dengan kondisi lingkungan yang sesuai.

Faktor-faktor yang mempengaruhi biota tersebut adalah adanya tekanan dari individu lain yang mendominasi suatu tempat tertentu. Faktor lain adanya kompetisi, predator, penyakit, kekurangan persediaan makanan, perubahan musim dan kurangnya tempat untuk berlindung.

Penyebaran hewan dari protozoa sampai mamalia sebagian terjadi secara dinamis. Penyebaran secara dinamis artinya hewan melakukan penyebaran oleh dirinya sendiri. Faktor luar yang mempengaruhi penyebaran hewan maupun tumbuhan dan biasanya menghambat dinamakan “barier” atau “sawar”. Sawar ini dapat dibedakan menjadi sawar fisik, sawar iklim, dan sawar biologis.
Sawar fisik air menjadi penghambat penyebaran hewan darat dan sebaliknya sawar fisik darat menjadi penghambat penyebaran hewan air. Misalnya katak tidak apat hidup pada air asin. Jadi salinitas merupakan penghambat bagi penyebaran hewan katak. Adapun luas benua menjadi hambatan bagi penyebaran hewan air.
Sawar iklim seperti temperatur rata-rata, musim, kelembapan, kuat lemahnya penyinaran serta lamanya peyinaran sinar matahari. Sedangkan sawar biologis adalah tidak adanya makanan, adanya predator, competitor, pesaing atau adanya penyakit. Penyebaran suatu jenis serangga dibatasi penyebarannya oleh jenis tanaman sebagai makanan, tempat berlindung, dan tempat untuk reproduksi. Pada kenyataannya, ketiga jenis sawar tersebut bekerja secara terpadu untuk mempengaruhi atau menghambat penyebaran suatu biota. Hal lain yang dapat menghambat penyebaran biota adalah rendahnya toleransi terhadap kondisi faktor lingkungan yang maksimum atau minimum. Hukum toleransi minimum Liebig yang menyatakan bahwa ketahanan makhluk hidup disebabkan oleh adanya faktor esensil tetapi berada dalam kondisi yang minimum dan individu tersebut memiliki daya toleransi yang rendah untuk dapat beradaptasi. Bintang laut hidup pada berbagai kadar garam tetapi bintang laut hanya dapat berkembangbiak pada air yang kadar garamnya sangat rendah.
 

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Biogeografi
http://fajarichwannoor.wordpress.com/biogeografi-dan-persebaran-hewan-di-muka-bumi/

Teks Film The Private Life Of Plants Episode 2 (Subtitle Bahasa Indonesia)



THE PRIVATE LIFE OF PLANTS
“GROWING”

Dari kanopi hutan hujan tropis di Amerika Selatan ada buah yang jatuh berasal dari tumbuhan yang bertengger di cabang pohon raksasa. Kini buah itu akan membusuk dan melepaskan ribuan benihnya. Jika benih ingin hidup, maka harus mendapat posisi seperti inangnya. Ia harus dapat mencapai kanopi dan mendapat sinar matahari.
Tunas yang tumbuh dari biji, seperti tunas lain dapat merasakan cahaya, mereka dapat melihat. Tetapi tumbuhan kecil ini berperilaku aneh. Mereka tidak menuju cahaya paling terang seperti tunas lainnya. Mereka mencari tempat yang terkena bayangan paling gelap, dan biasanya berada di sekitar batang terdekat. Tiap tunas mendapat makanan hanya dari simpanan makanan yang disimpan orangtuanya di dalam biji. Itu memungkinkannya berjalan sekitar 6 kaki. Jika ia tidak menemukan apa yang ia cari dalam jarak itu, ia akan mati kelaparan.
Salah satu tumbuhan berhasil ke pangkalan pertama. Ia berhasil mencapai bagian vertical. Sebuah batang pohon,  begitu menyentuh batang perilakunya berubah dramatis. Ia mulai tumbuh ke atas dan sambil tumbuh, ia mengeluarkan daun pertamanya. Kini, untuk pertama kalinya a dapat membuat makanannya sendiri. Setiap penumbuhan daun, kekuatan tumbuhan muda ini bertambah. Ia menahan daun-daun bulat kecilnya membelakangi kulit pohon. Begitu bertambah tinggi, ia menghasilkan daun lebih besar.
Kemudian 15 kaki di atas lantai hutan, dan beberapa bulan setelah muncul sebagai tunas dari biji, tumbuhan aktif ini mengubah bentuk daunnya lagi. Mereka telah mengembangkan celah dan lubang yang membuatnya mendapat nama tumbuhan keju. Daun hijau kecil yang melahirkan tumbuhan ini, kini telah layu dan mati. Tumbuhan keju ini telah layu dan mati. Tumbuhan keju ini telah mencapai rumah yang sebenarnya, di kerimbunan hutan. Daun dewasanya melebar dari duri tajam seperti paying. Tapi ada berbagai cara membuka lembaran daun tumbuhan untuk menangkap cahaya matahari.
Tumbuhan lainnya adalah pakis, alokasia tropis,daun runcing dari Larch. tangan lebar berjari lima dari daun chesnut, dan sycamore.
Daun adalah pabrik dimana tumbuhan membuat makanannya dengan tenaga matahari. Mereka menggunakan bahan mentah yang paling sederhana. Udara, air, dan beberapa mineral. Prosesnya adalah bakat unik dari tumbuhan. Tak ada hewan yang dapat melakukan hal seperti ini. Jadi semua hewan juga bergantung langsung atau tangan kedua pada tumbuhan yang dihasilkan disini. Inilah hal paling dasar dari kehidupan.
Udara merasuk ke dedaunan melalui pori-pori di permukaannya. Udara bersirkulasi dan menjangkau butiran kecil yang mengandung zat hijau, Klorofil. Inilah factor kunci yang memakai energy matahari. Untuk engikat karbondioksida menjadi hydrogen yang dari air dan menghasilkan karbohidrat, gula dan tepung. Semuanya larut dalam getah, yang lalu dibawa dari daun ke seluruh tubuh pohon. Juga di malam hari, ketika pabrik daun tutup. Setelah malam, matahari muncul kembali. Dan diproses dimulai lagi.
Di tempat terbuka, mungkin di semak-semak cahaya amat banyak sehingga begitu matahari kian tinggi tumbuhan tak begitu sulit untuk mendapatkan yang ia butuhkan. Di  hutan lebat lebat ini tidak mudah. Tumbuhan di bawah rerimbunan hutan harus menggerakkan daunnya untuk menangkap apa yang di didapat dari lubang sinar yang berpindah. Di atas pohon menempatkan daunnya dengan alamat tetap, sehingga membentuk mozaik yang rapat. Kanopi amat efisien dalam mengumpulkan cahaya, sehingga amat sedikit yang jatuh ke tempat itu. Daun dari tumbuhan muda menunggu satu kesempatan pohon yang tumbang, yang dapat member lipatan cahaya. Lalu ia dapat berlomba tumbuh ke atas dan mengklaim tempat itu. Ia bisa menunggu 10-20 tahun untuk kesempatan itu. Tapi hingga kesempatan itu ada, umumnya mereka akan mati muda.
Tapi ada tumbuhan yang menghabiskan hidupnya di bawah lantai hutan yang suram. Misalnya begonia. Ia mempunyai daun lebar, bunga dan berbiji. Semua rahasianya ada pada daunnya. Sebagai awal mereka punya warna bawah daun yang merah. Itu berarti cahaya yang jatuh di permukaan daun dan menembusnya tidak lenyap, tapi terpantul kembali ke tubuh daun. Lalu ketika sinar  jatuh sebentar di permukaan daun, tumbuhan ini mampu memanfaatkannya secar maksimum.
Spesies lain dari begonia memiliki kecerdikan menangkap cahaya. Sebagian permukaan daunnya transparan dan bertindak sebagai lensa kecil yang mengumpulkan cahaya lemah. Dan memfokuskannya ke butiran klorofil di dalamnya. Tapi tumbuhan butuh hal lain selain cahaya agar dapat membuat makanan bagi mereka. Mereka butuh air dan nutrisi lain yang larut di dalamnya. Dan tentu saja itu didapatkan dari dalam tanah.
Akar untuk mengambil air menyusup ke bawah mencari kelembaban. Untuk itu, mereka harus memposisikan diri sama tempatnya seperti daun ketika mencari cahaya. Setelah menemukan air, mereka mengeluarkan akar halus yang berkembang menjadi ribuan kali ke area permukaan dimana air dapat dihisap sehingga tanah hutan dipenuhi oleh akar dari berbagai jenis tumbuhan. Masing-masing melakukan sebisanya untuk menjamin mendapat cukup bagian atas kelembaban. Jika cukup turun hujan pada tahun itu dan jika air mampu melarutkan sejumlah nutrisi tanah, maka sebagian tumbuhan akan menjadi amat besar.
Tumbuh tinggi 70 kaki, seperti sycamore ini memberikan keuntungan besar. Ini memungkinnya mengatasi tangganya sehingga mendapatkan semua sinar matahari yang dibutuhkannya dan memungkinnya melebarkan permukaan daun-daunnya. Dan melalui pori-porinya ia dapat menyerap karbondioksida dari udara. Tapi ini juga memberI masalah besar. Selain karbondioksida, daun butuh air untuk membuat makanan. Air di daun menguap melalui pori-porinya. Sebenarnya 90% air yang dihisap akar lenyap, di permukaan dan di puncak pohon. Namun memompa air hingga ke ketinggian sini menimbulkan masalah besar. Untuk memompa air dengan pompa setinggi 70 kaki ke atas sini, butuh mesin besar yang berisik di bawah sana. Tapi pohon ini memompa sekitar 100 galon setiap jamnya. Dan ia berhasil melakukannya tanpa suara sama sekali. Jawabannya ditemukan di dalam batang pohon. Bagian tengah pohon adalah kayu. Di luar pilar ini, ada barisan pipa-pipa lain. Inilah yang membawa air ke atas.
Pipa yang menerus yang memanjaang sepanjang batang. Begitu air menguap, dari daun di atas sana, jaringannya yang halus dan panjang menarik pipa ke cabang-cabang dan akhirnya daun-daun itu sendiri. Sebagian terpakai dalam proses pembuatan makanan, sisanya menguap di pori-pori daun. Tentu saja daun tidak dapat menyerap air secara langsung. Dan memang air di permukaan daun dapat menimbulkan masalah karena menyumbat pori-pori.
Lalu ada daun yang berbentuk untuk mengurangi masalah tersebut. Tumbuhan yang tumbuh di hutan tropis mengalami kesulitan tersebut karena disana hujan membasahinya dengan berlimpah. Mereka harus kuat menahan terpaan hujan. Dan mereka juga harus punya saluran untuk membuang air. Banyak yang berujung lancip untuk menjamin bahwa air tidak menempel di daun, tapi mongering dengan cepat dan tuntas serta tidak mengganggu  pengambilan air di pori-pori daun. Lainnya memakai rambut tebal agar pori-porinya bebas. Namun hujan adalah bahaya paling kecil yang mengancam daun.
Daun adalah sarapan, makan siang, dan makan malam bagi kera Proboscis (bekantan) di Kalimantan. Mereka memakan daun dan mungkin sesekali kelopak bunga dan sedikit buah. Daun punya banyak kerugian untuk dimakan. Nyatanya daun tidak begitu bernutrisi. Jadi kera ini menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk memetik daun. Getah daun yang kaya karbohidrat dan gula benar-benar bernutrisi. Masalahnya dating dari sel-sel dinding yang membungkus setelah itu. Dinding terbuat dari selulosa dan cairan, pencernaan mamalia tidak tahan terhadapnya. Tapi bakteri bisa tahan. Hewan seperti kera ini yang memakaan banyak daun. Harus duduk setelah makan untuk member waktu bagi koloni bakteri di lambungnya untuk mengatasi makanannya yang sulit dicerna. Meskipun dengan kerugian ini banyak mamalia, juga burung dan reptile yang memilih makanan ini.
Namun, sebenarnya pelahap daun besar seperti itu merupakan minoritas. Serangan paling banyak kepada tumbuhan sejauh ini adalah serangga. Di sekitar hutan tropis Kalimantan, ada jutaan mulut kecil yang mengunyah dan tak terlihat. Untuk memberi gambaran usahanya dimana serangga beraksi agar dapat makanan vegetarian dengan aman, perhatikan ini!
Daun di atas adalah daun yang rusak berat, tapi dimana makhluk yang merusaknya? Jawabannya adalah ulat. Ulat kecil lembut dan tak berdaya. Ulat ini memang santapan lezat  bagi banyak burung. Jika ingin hidup, ulat harus mengambil langkah untuk melindungi dirinya. Dimulai dengan membuat potongan setengah lingkaran dari tepi. Tapi ketika selesai separuh, ia berpindah ke yang lainnya. Ia memintal sutera sepanjang sumbu, sehingga ketika kering berkontraksi dan membantu ulat menarik potongannya untk membuat atap. Untuk membuat tendanya lebih nyaman, ia memotong lipatan, menarikya dan kini ia memiliki tenda kuat. Seluruh proses hanya butuh beberapa jam dan biasanya dilakukan di malam hari ketika tak ada burung di sekitarnya. Kini ulat dapat makan dengan aman. Dengan melahap lapisan lunak permukaan daun, ulat ini tak terlihat dari burung yang lapar dan ini merupakan kerugian besar bagi tumbuhan.
Kerusakan dan kerugian yang diderita tumbuhan karena hewan besar dan kecil amat besar dan tak pernah berhasil. Tentu saja tumbuhan  berusaha untuk membela dirinya. Sebagian mengembangkan duri-duri panjang yang menyakitkan. Nyatanya itu tidak cukup untuk mengusir segalanya.
Ada satu hewan yang mempunyai lidah yang amat lincah, sehingga dapat memetik daun lembut diantara durinya. Kulit ini amat liat sehingga duri paling tajam sekalipun tak mudah melukainya dan bibir karet ini tampak dapat tahan pada makanan paling tajam. Hewan itu adalah jerapah. Hewan ini adalah hewan tertinggi dari segala hewan. Makan seintensif itu berarti bahwa sulit bagi  tumbuhan disini untuk lebih besar dan semak yang rendah. Berkat pertahanan dirinya, beberapa akasia berhasil tumbuh dewasa lalu mereka mengembangkan bentuk panjang yang menjadi cirri khas padang tumput Afrika Timur.
Akhirnya, akasia punya bagian yang jerapah sekalipun tak dapat menjangkaunya. Cabang-cabangnya di puncak berada di tengah. Disana akasia dapat menyimpan energy berharganya dan mengurangi tingkat persenjataan durinya. Disisi lain, durinya panjang dan sama tebalnya dengan lainnya. Tapi di tengah mahkotanya tak ada satupun.
 Tekhnik tumbuhan untuk membela diri memang amat bervariasi. Ada yang meibatkan persenjataan yang lebih ekstrim. Salah satunya adalah tanaman yang paling umum terdapat di daratan Eropa. Di musim panas banyak yang mengira batangnya yang tinggi terlalu banyak di semak. Di bawah daunnya ia menghasilkan rangkaian bunga kecil. Namanya nettle. Ia menyengat sejak kecil. Dengan senjata efektifnya nettle tumbuh tak terganggu dan dengan cepat membentuk diri menjadi semak lebat. Tapi ada dua jenis nettle yang tumbuh disini. Jenis yang lain sedikit berbeda. Deadnettle. Ia tak punya sengat sedikitpun. Tapi rupanya kelinci dewasa tidak mengetahui perbedaannya. Dan ia tentunya tak mau berisiko tesengat. Deadnettle tak perlu repot membuat diri hipodermik yang beracun. Tanaman ini mempunyai perlindungan diri dengan cara meniru.
Peniru lainnya terdapat di gurun Afrika Selatan. Kura-kura di Afrika Selatan selalu waspada pada makanan berair. Tapi ia melewatkan di atasnya yang bisa ia dapatkan seharian ini. Sebagai gantinya ia memakan beberapa daun layu. Tumbuhan pebble meniru sekitarnya dengan begitu cepat. Tumbuhan ini juga beraneka warnanya untuk menyamai batu disekitarnya. Sedikit hewan yang memerhatikannya.
Bunga passion memakai peniruan untuk membela diri. Ini mungkin yang paling luar biasa. Tumbuhan ini sering disakiti oleh helicornia. Ini karena daun-daunnya adalah makanan kesukaan ulat helicornia. Jadi kupu-kupu betina selalu menaruh telurnya pada tumbuhan itu agar anak-anaknya ketika menetas mendapat makanan kesukaannya yang langsung didpat mereka. Telurnya bulat kecil, kuning terang. Ada lagi, ulat memang rakus, mereka makan daun, batas tunas. Semua bagian dari bunga passion. Karena anaknya butuh banyak makanan, helicornia betina tidak akan bertelur pada bunga passion jika sudah ada telur di sana. Sebelum bertelur, ia melakukan survey dengan seksama. Heran sekali daun-daunnya sudah dipenuhi telur. Kecuali bahwa itu bukan telur.bintik-bintik kuning yang ada pada bunga tersebut adalah imitasi, di buat oleh tumbuhan sebagai pengusir. Spesies lain dari bunga passion membuat tiruan telur denga lebih meyakinkan pada batang daunnya. Ini memang salah satu strategi meniru paling cerdik.
Bracken mengadopsi pertahanan yang lebih langsung. Hamparan daun muda yang tampak bernutrisi ini memiliki bekas-bekas di makan oleh pemakan daun. Nyatanya bahwa bracken memiliki cairan yang amat beracun, sehingga hewan yang memakannya, seperti kelinci atau ternak bisa menjadi buta, atau terkena kanker. Daun-daunnya penuh dengan stanida yang membuat semua takut termasuk serangga. Tapi begitu dewasa ini tumbuhan ini mensintesa racun yang lebih kompleks yang membuat hamper semua makhluk hidup mundur. Sebagai akibatnya, tumbuhan ini merambah tak terkendali dan meliputi area luas di lereng-lereng Eropa. Duri tajam, sengatan menyakitkan dan getah yang beracun adalah penyamaran sempurna. Tumbuhan tampak mengembangkan aneka pertahanan terhadap daunnya dimana karena sifatnya harus meluas untuk menangkap sinar matahari dan karena itu menjadi mudah terlihat.
Mimosa yang peka yang banyak terdapat di tepi jalan daerah tropis, mungkin merupakan solusi paling radikal dan paling dramatis. Satu sentuhan membuatnya melipat daunnya. Sentuhan lagi lalu jatuh ke tanah.
Venus perangkap lalat. Ia membuat perangkapnya dari ujung daunnya. Satu atau dua rambut di permukaannya menjadi pemicu. Sentuhan pada rambutnya maka perangkap menjerat dan tak hewan yang masuk ke dalamnya tak bisa lolos. Perjuangan kumbang merangsang tumbuhan perangkap menjadi lebih kuat lagi, kemudian mengeluarkan asam pencernaan dari kelenjarnya di dalam permukaan daun yang mula-mula membunuh  mangsa, dan  kemudian melarutkan mangsanya.
 Tumbuhan lain yang tumbuh di rawa-rawa adalah karnivora lainnya. Moncong terompet. Mereka seperti perangkap lalat venus mendapatkan sedikit makanan di tanah gersang berair, sehingga mereka menambahinya dengan tumbuh hewan.  Perangkapnya juga terbentuk dari daun. Tapi daun yang melipat sepanjang teinua untuk membuat pipa vertical yang penuh air. Terompet istimewa ini mungkin mirip dengan bunga, tapi tentu saja bukan.
Meskipun kuning terang di atasnya merupakan kelopak penahan yang sama. Ia mengiklankan imbalan yang sangat lezat. Dan imbalannya adal di bawahnya. Madu manic. Tapi jika sedikit sajaserangga dating mengambil dan jatuh ke dalam kolam air dan tenggelam. Bangkai kecil itu akan larut dan moncong rawa menyerap supnya. Bila satu semut dating, lainnya mungkin mengikuti. Moncong rawa memikat hewan lain juga. Katak ini mungkin berharap melahap serangga sebelum dilahap moncong. Tapi jika lepas pegangan tumbuhan yang akan memakannya. Moncong rawa memiliki perangkap yang sederhana.
Tumbuhan moncong yang sempurna membuat perangkap lebih rumit. Tumbuhan ini hidup di belahan dunia lain. Pusat dari pertumbuhan moncong (kantong semar) ada di Asia Tenggara. Disini ada 76 spesies yang berbeda. 30 diantaranya hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Termasuk yang terbesar di antara tumbuhan yang amat luar biasa. Namanya sangat sesuai, Napanthes Rajah. Ia juga amat besar sehingga bukan saja menangkap serangga, tapi juga hewan pengerat kecil dan ada tercatat bahwa di dalamnya pernah ditemukan tubuh tikus besar yang tenggelam. Jadi jika ada karnivora di tengah tumbuhan, inilah dia.
Perangkap dari keluarga moncong asia ini adalah juga daun yang di modifikasi. Tapi tidak sekedar dilipat menjadi tabung. Prosesnya lebih rumit. Tunas yang muncul mirip dengan tunas daun pada umumnya. Selama beberapa hari flens tumbuh di dekat ujungnya dan membuka untuk membentuk bilah daun, lalu ujung dari tengan dan terus tumbuh. Begitu menyentuh tanah ia mulai membumbung naik. Bibirnya terbuka, mengakspos koam maut si tumbuhan. Spesies yang lebih besar mungkin membuat lebih dari setengah lusin perangkap besar indah ini. Bentuk dan tempat terompetnya bervariasi pada setiap spesies. Tapi esensi mereka semua adalah sama, mereka memikat mangsa dengan sari madu. Mereka punya sisi lain sehingga banyak pengunjung yang tergelincir ke dalamnya dan cairan di dalamnya mengandung cairan yang secara aktif melarutkan tubuh mangsanya. Jadi daun dengan cara bagaimanapun baik menangkap serangga atau umum menyerap gas dan mengikat energy sinar matahari bertugas membuat makanan bagi tumbuhan. Tapi daun sebenarnya adalah struktur yang rumit.
Arum raksasa dari Kalimantan, mengembangkan daun terbesar dan utuh dari semua daun, permukaannya bisa mencapai 3 meter atau 34 kaki. Arum terus mengembangkan daunnya dengan cara memompa air ke dalam sel-selnya. Jika tak cukup air atau jika amat dingin sehingga air membeku dan memecahkan dinding selnya, maka daun akan hancur. Tentu saja hal itu tak terjadi di hutan hujan tropis. Dimana itu merupakan alas an kenapa daun sebesar itu tumbuh disini. Tapi di belahan dunia lain, tumbuhan tak semudah itu.
 Di daratan utara, dimana musim dingin amat berat banyak pohon yang bertindak dengan drastic untuk melindungi diri. Bagitu hari kin pendek dan musim gugur kian mendekat, pohon bersiap rugi dan menunda kegiatan. Pohon mulai menutup pabrik makanan mereka dan menarik semua klorofil yang berharga dari daun. Begitu pigmen hijau menghilang, sisa produk yang menumpuk sepanjang tahun terlihat. Lalu daun mulai berubah warna.
Di New England dan pegununan Apalachian, hari demi hari lereng yang penuh maple dan aspen mulai menjadi merah. Begitu daun menghilang mereka menutup. Sumbatan pastisi keras tumbuh di pangkal batang daun. Kini hembusan sedikit saja akan membuatnya patah. Kerugian memang besar, tapi tidak sepenuhna daun yang jatuh ke tanah segera membusuk yang akan melepas banyak nutrisi yang dipakai membangun kembali. Dan musim semi melalui akar di bawah permukaan tanah akan mampu mendapatkan kembali apa yang hilang, jadi begitu musim dingin merayap di daratan, pohon menjadi kerangka. Pertumbuhan seakan berhenti, proses kehidupan amat berjalan lambat.
 Pergantian tumbuh di musim panas dan berhenti di musim dingin meninggalkan bekas pada batang pohon. Lingkaran tahun. Bagian yang putih adalah sel yang terbuka di musim panas. Dan bagian hitam, sel-sel yang padat dibuat dengan lambat pada musim gugur dan dingin. Jadi dengan menghitung cincin ini ita dapat menghitung dan memastikan bahwa pohon bisa hidup lebih dari 200 tahun sebelum tumbang.  Dan itu lebih lama dari kehidupan hewan. Namun catatan usia yang jauh lebih panjang darinya terdapat di tempat lain.
Sepuluh ribu kaki di pegunungan White di bagian timur California tumbuh  makhluk hidup tertua di dunia. Cemara Bristle Cone. Salah satu bagiannya sudah mati, tapi di sisi lain ada kehidupan dan pertumbuhan. Cincin di batangnya mengungkap tepat berapa usia pohon ini. Karena kondisi disini amat ekstrim dan amat dingin di musim dingin, ada tahun-tahun dimana pertumbuhan sama sekali amat sedikit akibatnya cincin-cincinnya amat rapat. Penampang dari salah saatu pohon ini cincin tertua adalah tahun dimana ia mati, 1958. Hitung 100 cincin ke dalam 1858, abad lain 1758. Di sekitar sini, cincin berkembang ketika Columbus dating ke benua ini pada 1492. Inilah vitalitas mudanya ketika firaun berkuasa di Mesir. Jadi kita yakin ketika manusia petani baru mulai menanam biji, pohon purba ii barru saja bertunas. Usianya lebih dari 4000 tahun. Daun cemara amat berbeda dengan pohon Ek dan maple, bukan dengan melebar dan datar dan mudah rusak oleh angin tapi berbentuk jarum dan amat kuat, bukan berpori-pori di permukaannya seperti pohon Ek dan maple tapi pori-porri ini terbatas pada alur di sepanjang jarumnya. Tapi pori-pori ini terbatas pada alur sepanjang jarumnya, sebagian kaya ikan endapan lilin kuat. Di bawahnya ada garis-garis dari pori-pori kecil yang amat sedikit dibandingkan yang berlebaran permukaan daun ek. Bahkan pada puncak musim panas, daun seperti ini tak banyak menghasilkan makanan seperti daun lebar.
Tapi  dilain pihak pohon jarum tidak membuangnya setiap tahun, tapi pemeliharaannya lebih lama lagi. Dengan semua penghemaatan tenaganya bijakan pohon jarum adalah “biar lambat asal selamat”. Dan ia bukannya menjadi tumbuhan tertua tapi juga pemegang rekor lain. Dan inilah makhluk hidup terbesar di dunia. Sequola raksasa. Tidak hidup selam bristle cone, tapi lebih dari 3000 tahun.
Tumbuh hingga setinggi 20 kaki dan setiap tahun mereka menambah kayunyaa sebanyak 60 kaki dari proporsi nilainya. Jadi yang amat besar berbobot lebih dari 1000 ton meskipun dipenuhi salju selama berbulan-bulan di musim dingin dan terpanggang kering di musim panas. Pohon jarum ini menghasilkan makhluk hidup terbesar dan tertua dari semua organisme di bumi. Dan seperti semua tumbuhan, mereka hidup dengan zat paling sederhana dengan air dan mineral dari tanah, karbohdiokasida dan atmosfer serta cahaya matahari.

Sumber :

Film The Private Life Of Plants  "Growing"

Teks Film The Private Life Of Plants Episode 1 (Subtitle Bahasa Indonesia)



The Private Life Of Plants
"Travelling"

Pertengahan musim dingin, pedesaan masih tampak nyaris tak berkehidupan. Tapi pohon, semak dan rumput adalah organisme kehidupan seperti halnya hewan. Tumbuhan harus menghadapi masalah sama seperti yang dihadapi hewan. Sepanjang hidup jika ingin tetap hidup, tumbuhan harus saling berkelahi. Tumbuhan harus bersaing mencari pasangan. Tumbuhan harus menyerbu wilayah baru. Tapi alasan kenapa kita jarang menyadari drama ini tentu saja adalah bahwa tumbuhan hidup dalam skala waktu yang lain. Namun dewasa ini, kita punya cara mempercepat ini secara visual. Dan kita dapat melihat betapa dramatisnya kehidupan tumbuhan. Percepat 3 bulan menjadi 20 detik, dan kesunyian musim dingin menghangat menjadi keramaian musim semi. Percepat seminggu menjadi semenit, maka kita akan merasakan desakan dari tumbuhan yang hidup di tanah, berlomba mengembangkan bunganya.

Anemone hutan mengangguk dan bereaksi pada matahari ketika terbit dan tenggelam setiap hari. Di atasnya, dedaunan hazel bergerak dengan irama yang sama, bergoyang sambil melebar. Di bawahnya, daun dock yang lebar naik dari tanah. Bunga foxglove menganga dengan maksud untuk mengundang serangga agar datang dan mengambil sarinya. Mungkin tampak aneh, ada tumbuhan yang dapat menggerakkan bukan hanya bunga dan daunnya, tapi juga bias berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya Bramble. Dari semua tumbuhan hutan, tanaman inilah yang paling agresif. Menggoyangkan tuasnya secara kuat ke kiri dan kanan, seakan mencari jalan terbaik di depannya. Ketika tuas mengarahkan tujuannya, tumbuhan ini tak berhenti mendorong ke depan. Batang yang menjulur ke depan mempunyai duri yang mengarah ke belakang, memberi genggaman untuk mendaki apapun yang ada di depannya. Tumbuhan ini dapat menjalar sejauh tiga inch perhari. Tak lama tunas akar akan menaruh akarnya, lalu wilayah baru akan dikuasai oleh kekaisaran Bramble.

Tumbuhan lain berjalan dengan cepat. Tumbuhan sangkar burung hidup di California. Namun, bukit gurun selalu bergerak dan tempat terlindung tiba-tiba menjadi terbuka. Jadi sang tumbuhan harus mencari tempat baru. Tumbuhan ini sudah mati, tapi di dalamnya masih ada kehidupan dalam bentuk partikel kecil. Masing-masing adalah paket keajaiban karena masing-masing mengandung instruksi genetic lengkap untuk membangun kembali tumbuhan besar. Dalam bentuk inilah hamper semua tumbuhan melakukan perjalanannya. Nyatanya, sebagian partikel genetic itu berukuran mikroskopis, yang terkecil dari semua ada pada jamur.

Tepatnya, jamur memang bukan tumbuhan. Jamur masuk dalam golongan tersendiri. Namun, partikel yang dihasilkan yang disebut dengan spora sangat mirip dengan biji. Satu putball menghasilkan banyak spora. Jika orang menghitung spora dua generasi menjadi dewasa maka masa putball akan menjadi 800 kali volume bumi. Seperti tumbuhan sangkar burung, putball dapat diterbangkan angin. Namun jarak yang jauh sebenarnya ditempuh oleh sporanya yang terpental keluar dalam bentuk awan. Di musin gugur, jamur lebih kecil muncul di dasar hutan.

Earth Star. Penampilannya setelah muncul di atas tanah memberi sedikit petunjuk betapa rumit strukturnya. Begitu udara lembab musim gugur menerobos hutan tanpa daun. Earth Star mulai mengubah dirinya. Membuka dimasa ini untuk memanfaatkan hujan turun. Tetesan air memberi tenaga yang dibutuhkan untuk melontarkan spora ke udara. Bunga juga memakai angin untuk membawa benih mereka dan sedikit yang berhasil daripada Dandelion. Begitu daun bunga terjatuh, kepala bunga naik selama satu atau dua minggu berubah menjadi bola-bola canggih. Masing-masing rangkaian dari lebih dari seratus benih, semua menunggu angin.

Benih Dandelion lebih berat seperti spora jamur. Agar dapat tertiup angin, diperlukan peralatan khusus. Masing-masing terpasang parasut. Alat ini amat efisien, sehingga tiupan kecil akan membawa benih tinggi ke angkasa.dalam padang tumbuhan yang padat seperti itu, tak ada ruang untuk generasi berikut. Benih harus pergi jauh dan angin akan membawanya bermil-mil jauhnya. Pohon memiliki satu keuntungan bila melepas biji ke udara. Semaakin jauh benih terjatuh, makin lama benih mencapai tanah.

Pohon kapas hutan hanya memberi benihnya dengan bulu sederhana. Tapi karena tingginya, cukup untuk membawa benih hingga bermil-mil. Tiap musim panas, perairan Danau Great di Amerika, udara dipenuhi dengan benih dari kapas hutan yang tumbuh di sekitar tepinya. Beberapa tersapu air ke pantai dan bertunas. Kebanyakan akan lenyap.

Angin begitu banyak di hutan hujan tropis. Jika tumbuhan mau memanfaatkannya, maka harus memberi benihnya perlengkapan terbang yang amat baik. Dan tak ada yang sebaik pohon Liana di Kalimantan. Tumbuhan mendahului manusia dalam membuat pelayang bersayap dan meembuat helicopter. Benih Sycamore. Keseimbangan antara berat benih dan panjang serta lebar sayapnya. Benih yang lebih berat atau sayap yang lebih sempit atau pendek maka akan jatuh seperti batu. Tumbuhan Tri-Star menghasilkan benih bunga berputar dengan 6 (enam) baling-baling.

Balsan Himalaya, kapsul benihnya di tekan pompa cairan sehingga sentuhan kecil sekalipun dapat membuatnya meledak. Tenaganya begitu besar, sehingga benih tertembak sejauh 15 kaki. Kepala benih Mesembryant-hemun terbuka karena hujan. Serapan air yang tiba-tiba oleh jaringannya yang kering memberi tenaga untuk membuka. Begitu terbuka tumbuhan itu merentang seperti trampoline. Hujan yang jatuh memantul kembali, membawa benih-benih bersamanya. Air banyak memberi tenaga bagi tumbuhan untuk bepergian. Benih yang ada diperlangkapi dengan peralatan yang sesuai. Benih dapat menjadi amat  besar. Di banyak tepi sungai tropis bergantung biji polong terbesar. Kacang polong laut.

Satu demi satu kacang polong laut memulai pelayarannya. Salah satunya mendarat di sungai kecil di Afrika. Setelah beberapa mil, mungkin beberapa ratus mil. Benih tiba di muara dan menyusur hutan bakau meenuju ke laut. Benih dapat berlayar menyusuri pulau-pulau dan ke laut terbuka mengikuti arus laut hingga selama setahun dan masih tetap hidup. Kemasan pelindungnya mungkin menjadi usang dan rusak sehingga pecah dan melepas biji. Meskipun begitu, ini mungkin bukan karena benih dapat mengapung. Tentunya banyak yang hilang di laut. Tapi beberapa akhirnya mencapai pantai yang mungkin amat jauh. Kacang polong laut adalah kisah keberhasilan penyebaran benih. Ada satu yang tumbuh di pantai ini.

Hewan berbulu tebal mudah dimanfaatkan, Burdock memakai kaitan-kaitannya yang berjumlah ratusan dan amat efektif. Akhirnya benih itu lepas terjilat, tercabut, atau digoyang-goyang dan jika Burdock beruntung benih itu akan terbawa jauh dari tempatnya tumbuh. Tanaman yang lain adalah Grapple yang dinamakan oleh penduduk setempat duri setan, dan dapat dimengerti kenapa jika anda menginjak dengan kaki telanjang apakah anda hewan atau manusia pastinya rasanya amat sakit. Hewan dengan kaki bercelah atau bertelapak lunak bisa menjadi pincang karena tumbuhan tersebut. Tapi kaki tulang bersisik dari burung unta memang amat kuat. Mereka dapat membawa penumpang gelap berbahaya ini sejauh bermil-mil tanpa ada rasa sakit. Tapi ada cara lain memperlakukan kurir. Bukan dengan mengandalkan kemungkinan bertemu dengannya tetapi dengan memikat mereka dengan imbalan menarik.

Semut adalah pekerja tak kenal lelah dan kebanyakan tumbuhan di wilayah rerumputan kering bagian selatan. Afrika ada yang menjadikan semut sebagai pembawa dengan menempelkan makanan semut di ujung benihnya. Jika benihnya terbaring lama di tempat terbuka, tikus atau pengerat lain akan memakannya, selain itu, tumbuhan memaksa kita menyesuaikan diri pada jadwalnya. Misalnya Blackberry. Ketika benihnya menuntaskan perkembangan daging disekitarnya menjadi manis benih Blackberry akan lebih tersebar jika tumbuhannya didatangi oleh beberapa kurir. Jadi benih Blackberry tidak diambil sekaligus. Burung sangat menyukai Blackberry dan dengan cepat dapat melihatnya, karena hitam adalah warna yang mudah dilihat begitu juga dengan warna merah.

Burung melihat warna sepeti halnya kita, apa yang terlihat cerah bagi burung akan terlihat cerah pula bagi kita. Rowan, Yew, Strawberry, Plum, Cherry dan Howthorn memakai warna merah atau hitam untuk memikat burung. Pohon Fig tropis menghasilkan buah lebih kecil daripada yang di Eropa. Biasanya, begitu masak buahnya berwarna kuning. Meskipun begitu pesannya dapat diterima luas. Fig tropis yang berbuah merupakan tambang emas besar di hutan. Semua jenis hewan makan ke pohon itu. Seperti kepada burung pemakan buah. Pohon memikat segala mamalia, kera, anjing dan gibbon.

Burung Hornbill, untuk melahap buah kecil dengan paruh besarnya harus dengan sedikit berakrobat. Kini tiba di bagian penting bagi buah Fig. lusinan buah yang mengandung ratusan benih dibawa jauh oleh Hornbill hingga bermil-mil daging buah akan dicerna. Lalu bagian yang tak dicerna, termasuk biji akan dibuang di tempat yang jauh di hutan. Tapi dari semua hutan kanopi tak ada yang beraneka pemakan buah sebagai kurir, seperti di Kalimantan.

Di New Guinea, mamalia hanya sedikit dan sama sekali tak ada kera. Makhluk terbesar di dasar hutan bukan kijang atau kera besar, tapi burung. Burung kasuari. Kasuari jantan dan betina punya pial berwarna cerah. Dan kesamaan antara pial dan yang menjadi makanan utamanya mungkin bukan kebetulan. Pialnya merupakan sinyal social diantara para burung. Apakah tumbuhan memanfaatkan itu dengan mengadopsi warna serupa untuk memikat perhatian kasuari pada buahnya, atau sebaliknya apakah kasuari membuat diri agar lbih memikat pasangannya dengan tak ada mengingatkan pada makanan enak. Tak ada tahu pasti. Yang pasti adalah bahwa kasuari tak sulit mencari benda dengan warna merah, yang bertebaran di dedaunan.

Akan tetapi sinyal visual puya keterbatasan sebagai iklan. Di hutan luas, anda tak bisa melihatnya kecuali berada dekat. Tapi ada pesan lainnya, aroma. Mungkin tak begitu tepat tapi berhasil untuk jarak lebih jauh. Di Kalimantan, satu buah-buahan menghasilkan aroma amat tajam, sehingga hidung yang peka dapat mendeteksinya dari setengah mil. Dan ada orang yang amat menyukai rasa buah itu, sehingga mereka mau berjalan bermil-mil untuk mendapatkannya. Begitu pula yang lain. Jika semua orang Eropa tidak langsung menyukai durian,orang utan suka. Hewan mungkin membawa benih hingga jauh dalam perut mereka, tapi umumnya mereka membuangnya secara acak.

Ada tumbuhan yang merasa itu tidak cocok. Pohon buah trewia yang tumbuh di hutan Nepal memiliki masalah tersebut. Benihnya tidak dapat bertunas di bawah bayangan. Harus dibawa keluar hutan ke tempat yang terbuka jika ingin hidup. Ada satu hewan besar yang melakukannya untuk itu. Badak India besar begitu suka pada buah ini sehingga orang mengatakannya dengan apel badak. Badak biasanya memakannya di hutan pada siang yang panas. Tapi disejuknya malam, badak pindah ke rerumputan terbuka di tepi-tepi sungai. Dataran rumput itu tercipta oleh musim banjir monsoon yang tiap beberapa tahun sudah menghanyutkan sebagian hutan. Badak mengunjungi tempat itu karena banyak makanan. Dan disini, badak biasanya menumpuk kotorannya bersama-sama. Mereka melakukan tugas akhir hariannya. Dan di sana tersimpan rapi dengan pupuknya masing-masing. Benih trewia.

Trewia kecil bertunas kecil di daerah terbuka di bukit kotoran badak. Pada waktunya pepohonan lain akan tumbuh di sekitar mereka. Dan hutan akan mengkoloni dataran rumput. Dan trewia sekali lagi akan mendapatkan masalah dan kembali memakai badak untuk memecahkannya. Sayangnya hewan indah ini semakin langka. Lebih dari jutaan tahun evolusi pohon trewia telah membentuk hubungan dengannya. Tapi jika badak india menjadi punah ada risiko bahwa pohon trewia akan lenyap dari padang rumput dan tepi sungai di selatan Nepal.

Di Afrika, gajah juga sama, menjadi pasangan penting bagi akasia. Tampaknya aneh, karena jelas sekali gajahlah penghancur akasia, karena bila langka makanan, dengan tubuh besar dan tenaganya merobohkan pohon untuk memakan ranting-rantingnya. Namun tanpa gajah sebagian spesies akasia nyaris tak bias hidup. Setiap tahun akasia menghasilkan benih amat banyak. Dan banyak hewan yang datang untuk memakannya. Di dalam polongnya, benih itu terancam oleh musuh besarnya.

Ini ulat kumbang kecil yang menetas dari telur yang injeksi ke dalam polong. Ulat-ulat ini akan memakan semuaa biji kecuali bila dihentikan. Kera memakan polong, dan ulatnya melahap semuanya. Akasia mendapat sedikit keuntungan dengan memberi kera makanan. Tapi gajah amat berbeda. Gajah amat menggemari kacang polong yang amat bergizi. Dan gajah mau bepergian jauh untuk mengambil apa yang bagi mereka merupakan benda yang kecil yang sulit untuk diambil. Tapi gajah tidak menghancurkan makanan mereka menjadi halus seperti kera. Setelah makan, gajah pergi. Gajah mungkin bejalan bermil-mil setelah mencerna makanan, gajah akan membuang sisanya. Benih akasia ini sedikitnya 24 jam berada di perut gajah yang tidak menghancurkannya tapi malah membunuh ulat-ulat kumbang. Bahkan enzim pencernaan gajah membersihkan benih ini sama efisiennya seperti ketika petani menyirami benih dengan insektisida. 90 % benih akasia dalam kotoran gajah, dan bertunas. Yang di dalam polong tak termakan di tanah, hamper semua mati dilahap ulat kumbang. Jadi benih akasia yang dimakan gajah bukan saja ditransportasi tetapi juga diselamatkan dari kematian yang hamper pasti.

Namun sebagian benih begitu terlindung sehingga tampak tak ada tempat yang bias memakannya. Kapsul ini, yang sekeras peluru meriam, mengandung biji-biji yakni kacang dari pohon kacang brazil. Bahkan jauh dari ketinggian 200 kaki tidak meretakkannya. Hanya satu hewan yang punya peralatan untuk membukanya, Agoutti. Agouti punya dua pasang gigi depan setajam pahat. Sehingga memungkinkannya untuk mendapat semua bijinya. Tapi pohon kacang brazil punya cara melindungi benihnya dari hewan yang dapat menembus perisainya. Ia memberi 15 hingga 20 biji. Jauh lebih banyak dari yang dapat dilahap seekor agouti sekali makan. Agouti punya kebiasaan yang cocok dengan kacang brazil. Ia dengan hati-hati mengubur yang tak bias langsung dimakan dan menyimpannya untuk waktu lain. Yang tak dipunyai agouti adalah ingatan yang sempurna. Agouti kehilangan jejak sesuatu yang ia kubur. Dan ini proporsi yang berarti bagi kacang untuk bertunas.

Pemecah biji alpine, sejenis gagak lebih merupakan mitra penolong bagi cemara Anoila. Sang burung tahu cara membuka buah cemara dan mengambil biji masak. Masing-masing ditelan, tapi tidak langsung masuk ke perut. Benih disimpan di dalam kantung sambil mengambil yang berikutnya. Lalu seperti agouti, burung menyembunyikannya satu persatu sebagai persediaan untuk membantunya di masa sulit.  Tapi tak seperti agouti, burung secara teratur membawa biji jauh dari hutan ke tanah terbuka. Mungkin karena disana tempat yang mudah diingat untuk mencarinya lagi untuk beberapa bulan mendatang. Dan sebagian tempat ini amat cocok bagi pohon muda untuk tumbuh satu persatu, burung membawanya ke atas dari kantungnya. Ia mengubur mereka pada kedalaman yang pas bagi benih. Dan secara hati-hati menutup lubang untuk menyembunyikan hartanya dari pemakan biji lain.

Jadi benih cemara anoila dibawa jauh dari pohon inangnya dan ditanam secara seksama melebihi cara penjaga hutan. Bukan saja tinggi di padang alpine tapi di tempat yang mungkin sulit dijangkau manusia, di ketinggian lereng pegunungan. Namun ada tumbuhan yang berhasil mencapai tempat yang tampak tak terjangkau tanpa bantuan hewan dan hanya oleh usaha sendiri. Celah di dinding 15 kali di atas tanah memang tak mudah dijangkau. Tapi tumbuhan penjangkau toadflax berhasil mencapai kesana. Toadflax tak punya perambat seperti perambat Virginia untuk membantunya memanjat. Tak punya akar gantung seperti Ivy. Koloninya berhasil menaiki dinding melalui celah-celah dengan cara yang amat berbeda. Begitu kelopak bunganya lepas, benih dalam kapsul di bawahnya mulai berkembang lalu toadflax bertingkah dengan gaya amat luar biasa. Ia mencari celah terdekat dan menanam benihnya sendiri. Jadi dengan berbagai cara, tumbuhan berhasil membawanya benihnya ke tempat-tempat terbaik untuk bertunas. Tapi mereka punya masalah lain, kapan waktunya untuk itu.

Ada beberapa spesies protea yang tumbuh disini dan mereka bergantung pada datangnya musim api. Karena kepala benih ini diproses dibakar sebelum melepaskan bijinya. Lewat sejam atau lebih setelah terbakar kepalanya terbuka. Benih pohon dapat tak beraksi dan tampak mati selama tahunan, lalu hidup ketika muncul kondisi yang tepat.

Tak semua benih dapat melakukannya. Sebagian akan mati setelah 2 atau 3 tahun, apapun kondisinya. Tak ada yang hidup untuk periode yang lama. Salah satu contoh yang luar biasa berasal dari tempat arkeologis di Jepang. Dua ribu tahun lalu, populasi kecil dengan bangunan unik, mendirikan tempat berrnama asada. Orang yang tinggal disini menguasai teknik mengolah besi. Mereka juga orang pertama di Jepang yang tahu bagaimana cara menanam dan memanennya di lubang-lubang kecil di bawah tanah. Di dalam satu tumpukan ditemukan biji magnolia. Ilmuwan membawa benih purba ini, menanamnya dan tumbuh. Semula seperti magnolia kobus, spesies liar yang masih tumbuh di Jepang. Lalu pada tahun ke sepuluh pohon menghasilkan tunas bunga pertamanya. Ketika terbuka akan mengungkap secara tepat apa itu.

      Magonolia kobus sekarang, secara khas daun bunganya memiliki 6 kelopak. Tapi bunga pada benih yang tumbuh tersebut memiliki 7 kelopak dan lainnya punya 8 kelopak. Apakah ini akibat tidurnya yang lama? Atau semua magnolia kobus 2000 tahun lalu bervariasi seperti magnolia kobus seperti yang baru ditemukan ini? Atau mungkinkah ini spesies purba yang tetap hidup dari satu benih dalam reruntuhan arkeologis? Terlalu dini untuk menjawab semua pertanyaan itu. Tapi apapun itu, ini merupakan contoh yang luar biasa. Dari fakta bahwa tumbuhan dengan benih bukan saja penjelajah ruang yang hebat, tapi juga penjelajah waktu yang tak tertandingi.

Sumber : Film The Private Life Of Plants  "Travelling"